Laman

RUMAHKU ISTANAKU

RUMAHKU ISTANAKU

Sebuah istana sudah pasti memiliki seorang raja dan permaisuri. Raja merupakan seorang pemimpin yang harus ditaati oleh seluruh anggota dalam kerajaan. Permaisuri harus selalu mendukung sang raja, tanpa dukungan permaisuri sudah pasti sang raja tidak dapat menjalankan kepemimpinannya dengan baik.

Kerajaan yang dimaksud bernama rumah tangga, dipimpin seorang raja yang bernama suami dan permaisuri yang bernama istri. Kepemimpinan sang rajalah yang akan menentukan kelangsungan sebuah rumah rangga. Baik buruknya sebuah kerajaan rumah rangga akan sangat tergantung pada kepemimpinan suami dan dukungan sang istri.




Kewajiban istri haruslah taat kepada suami, tetapi bukan ketaatan yang membabi buta. Ada rambu-rambu agar suami ditaati sang istri, yaitu ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Ketidaktaatan istri diperbolehkan dalam islam jika suami menyuruh kepada istri tetapi bententangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist, salah satunya sang istri tidak boleh taat dalam rangka bermaksiat. Pada hakekatnya ketaatan istri bukanlah kepada suami tetapi taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Suami sebagai seorang raja harus memiliki harga diri dan istri harus menghormati sang raja. Seorang istri hendaknya selalu menjaga perasaan suaminya, jika ada kekurangan pada diri sang suami janganlah dibesar-besarkan. Setiap orang pastinya memiliki kelebihan dan tak luput dari kekurangan. Meskipun dengan berbagai kekurangannya kita tetap harus taat kepada suami. Ketidaktaatan istri pada suami dapat menciptakan ketidakharmonisan di dalam rumah tangga.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya akan kusuruh istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Hurairah).




Suami berkewajiban mencari nafkah. Atas dasar inilah menjadikan kebanyakan suami lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, sehingga sangat membutuhkan sang istri untuk mengatur rumah. Tanpa dukungan istri, sebuah rumah tangga mudah sekali tergoyahkan karena tidak ada yang mengurus rumah dan anak-anak. Di dalam islam, seorang istri sangat didorong untuk lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah dan tidak diberi kewajiban mencari nafkah agar rumah tangga yang dibangun tidak mudah tergoyah.

Coba Anda bayangkan jika sang istri ikut-ikutan sibuk mencari nafkah di luar rumah, apapun dilakukan demi uang, mengejar karier hanya demi mencari uang. Uang menjadi sesuatu yang diagung-agungkan, karier dikejar sedemikian rupa, semakin tinggi karier semakin banyak uang yang akan didapatkan. Akhirnya, suami istri berangkat kerja pagi hari dan pulang sore hari bahkan sampai larut malam. Badan capek, sepulang kerja langsung tidur, mereka asik dengan dunianya sendiri-sendiri. Siapa yang menjadi korban? Tentunya anak-anak mereka akan terlantar, kurang kasih sayang sehingga mendorong mereka untuk mencari kasih sayang di luar rumah sebagai pengganti kasih sayang di rumah yang telah hilang. Diskotek dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang kebanyakan menjadi pelampiasan mereka. Patutkah mereka disalahkan? Apakah Anda tidak malu menyalahkan mereka? Apakah Anda tidak kasihan dengan anak-anak Anda?

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Ahzab:33)

Janganlah uang dianggap sebagai sumber kebahagiaan. Kebahagiaan tidak mutlak tergantung pada rumah mewah, uang berlimpah. Kebahagiaan tergantung pada hati. Menerima, menikmati dan mensyukuri yang ada itulah hakekat kebahagiaan. Biarkan sang suami yang diberikan kewajiban mencari nafkahlah yang mengurusnya, sedangkan istri mengatur rumah tangga dan anak-anak agar kebahagiaan dapat terwujudkan. Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana pasti akan mengatur segalanya.

Renungkanlah sabda Nabi SAW berikut ini :

“Orang kaya bukanlah orang yang banyak harta. Tetapi, orang kaya ialah orang yang kaya hati.” (Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah)

Jadikanlah rumah kita sebagai istana kita untuk memperoleh kebahagiaan sejati.

ZAKAT DI DALAM AL-QUR’AN

PENGERTIAN ZAKAT

Zakat, yang merupakan ibadah pokok dalam agama Islam. Secara teknis, zakat berarti menyucikan harta milik seseorang dengan cara memberikan sebagian harta kekayaan yang telah ditentukan jumlahnya kapada orang yang telah ditetapkan sebagai penerima zakat karena sebagian harta tersebut merupakan hak mereka.

Kata lain yang digunakan untuk zakat, baik di dalam al-Quran maupun Hadis adalah sedekah yang berasal dari kata shidq (yang hak dan benar). Istilah sedekah termasuk dalam zakat. Sedekah ini ada dua macam, yaitu sedekah tathawwul (sumbangan sukarela) dan sedekah mafrudh (sumbangan wajib), sebagaimana yang dapat kila lihat dalam al-Quran surah al-Tawbah ayat 60.




Di dalam istilah fiqih terdapat perbedaan yang jelas antara sedekah dan zakat. Sedekah biasanya dimaksudkan pada segala sumbangan yang diberikan secara sukarela kareia Allah, sedangkan zakat merupakan sumbangan wajib bagi setiap Muslim yang kaya kepada orang yang berhak menerima.

Dengan membayarkan zakat, maka seseorang memperoleh penyucian hati dan dirinya serta telah melakukan tindakan yang benar dan memperoleh rahmat.

Allah telah menyebutkan zakat dan shalat pada sejumlah 82 ayat di dalam al-Qur’an. Al-Qur’an juga menjelaskan kepada mereka yang memenuhi kewajiban ini dijanjikan pahala yang berlimpah di dunia dan akhirat. Sebaliknya mereka yang menolak membayar zakat akan diancam dengan hukuman atas kelalaiannya. Pentingnya zakat telah diperlihatkan dengan jelas dalam al-Qur’an :

Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan kebaikan apapun yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapatkan pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan (Q.S. al-Baqarah:110).

(yaitu) orang-orang yang khusuk dalah shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat (Q.S. al-Mu’minun:1-4).




Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah di jalan Allah sebagian hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji (Q.S. al-Baqarah:267)

Sesungguhnya zakat-zakat itu untuk orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana (Q.S. al-Tawbah:60).

Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini (Q.S. Fushshilat:6-7).

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka : (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam Neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kapada mereka, “Inikah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu ... “ (Q.S. at-Taubah:34-35).

Sekali-kali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala urusan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S. Ali Imran:180).

RUMAHKU, MADRASAHKU

RUMAHKU, MADRASAHKU

Rumahku madrasahku, itulah salah satu cara untuk mewujudkan sebuah keluarga impian setiap muslim di seluruh dunia, yaitu sebuah keluarga dengan penuh ketentraman dan kebahagiaan, keluarga sakinah. Untuk mewujudkan sebuah keluarga sakinah memang ada banyak cara, namun salah satunya adalah dengan menjadikan rumah kita sebagai madrasah bagi keluarga kita. Tidak semestinya kesibukan seorang suami membuat ia lalai akan tugasnya dalam mendidik istri dan anak-anaknya. Setidaknya seorang suami bisa meluangkan waktu sehari dalam seminggu untuk mengajarkan kepada istri dan anak-anak mereka tentang agama. Agama yang diperintahkan oleh Allah SWT tentunya, yaitu agama islam yang merupakan agama penyempurnaan dari agama-agama sebelumnya dan dijadikan sebagai agama terakhir di dunia.




Sebetulnya ada banyak cara untuk mengajarkan kepada mereka pelajaran tentang agama, kita bisa juga mengadakan majelis ilmu di dalam rumah. Di sinilah kita menjadikan rumah kita sebagai madrasah tempat menimba ilmu. Penanaman nilai-nilai islam sejak dini pada anak-anak kita akan memberi anak pedoman hidup yang sangat kuat. Islam akan menjadi keyakinan hidup, jalan hidup sekaligus menjadi kendali perilaku bagi si anak. Ajarkan keteladanan kepada anak kita karena keteladanan merupakan madrasah hidup yang bisa memberi pengaruh yang kuat pada jiwa si anak. Disamping itu belikan juga anak-anak dan istri kita buku-buku tentang keagamaan. Membuat rumah menjadi perpustakaan agama merupakan cara yang sangat mulia, di sini istri dan anak-anak kita bisa belajar tentang agama sebanyak mungkin sehingga rumah kita akan menjadi madrasah bagi keluarga kita.

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (at-Tahriim:6)




Problema kejiwaan pada orang dewasa merupakan dampak negatif dari perlakuan yang dialaminya ketika masih kanak-kanak. Perkembangan jiwa anak sangat dipengaruhi oleh pendidikan dini sang anak, untuk itulah peran seorang istri sangat dibutuhkan untuk memberikan perhatian penuh kepada anak-anak kita dan mengajarkan kepada mereka perilaku yang baik sesuai dengan ajaran dalam agama islam. Seorang istri adalah pendidik bagi anak-anak kita di rumah. Untuk itu sudah menjadi kewajiban suami untuk mengajarkan istri tentang pelajaran agama. Tanpa pengetahuan agama yang baik, seorang istri kurang dapat mendidik anak-anaknya dengan baik dan benar, pendidikan yang diberikan ala kadarnya saja sehingga banyak yang tidak mengena, dan kemungkinan tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Banyak juga yang hanya ikut-ikutan tetangga tanpa didasari pada pedoman hidup umat muslim yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadist. Untuk menghindari hal-hal tersebut, sudah pasti peran seorang suami sangat dibutuhkan dalam memberikan pelajaran agama islam secara mendalam sebagai bekal untuk mendidik para anak-anaknya.

Dalam ajaran islam, wanita diberi rukhsah (keringanan) untuk tidak dibebani kewajiban mencari nafkah karena seorang wanita sekurang-kurangnya mempunyai empat keistimewaan yang tidak mungkin dapat digantikan oleh kaum pria, diantaranya: menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Dengan adanya keringanan ini, memberikan peluang kepada kaum wanita untuk mengurus suami dan mendidik anak-anaknya. Janganlah itu dijadikan sebagai suatu kelemahan, tapi sebaliknya jadikanlah sebagai suatu kekuatan untuk mewujudkan keluargan sakinah, sehingga ketentraman dan kedamaian batin dapat segera terwujudkan, terlebih suasana dalam rumah akan semakin semarak penuh kehidupan yang diwarnai warna-warna keagamaan.
Alangkah tentramnya sebuah keluarga jika semua itu dapat diwujudkan oleh seorang suami.

RUMAHKU, MASJIDKU

RUMAHKU, MASJIDKU

“...jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakan shalat serta gembirakanlah orang-orang mukmin.” (Yunus:87)

Menurut Ibnu Abbas, rumah dijadikan kiblat yaitu dengan menjadikan rumah kita sebagai masjid. Dalam sebuah riwayat, Aisyah menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. menunaikan ibadah shalat malam, ketika akan melakukan witir, beliau berkata, “Aisyah, bangunlah! Ayo shalat! Allah mengasihi orang yang bangun malam seraya menunaikan shalat, kemudian ia membangunkan istrinya untuk shalat. Dan apabila tidak mau, ia memercikkan air ke wajah istrinya.” (HR. Muslim).




Subhanallah, suatu kisah yang benar-benar menjadi tauladan. Keluarga sakinah merupakan keluarga impian setiap muslim. Bagaimana tidak! selain hidup rukun dengan keluarga juga memperoleh ketenangan jiwa. Ketentraman dan kebahagiaan dalam suatu rumah tangga memang sangat diidam-idamkan, meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkannya. Keluarga tentram dan bahagia menciptakan suasana yang menyejukkan bagi anak-anaknya. Perkembangan jiwa sang anak ikut menjadi sehat sehingga anaka-anak pun dapat tumbuh menjadi dewasa sesuai dengan tingkat pertumbuhannya, jiwa sang anak juga mengalami ketentraman. Kedamaian dan kemerdekaan sang anak tidak terbelenggu. Yang menjadi permasalahan, bagaimana cara mewujudkan keluarga impian setiap muslim tersebut?

Baiklah, di dalam ajaran Islam, seperti petikan kisah Rasullah di atas, beliau mengajak istrinya Aisyah untuk melakukan shalat malam. Di saat sedang lelap-lelapnya tidur, beliau membangunkan sang istri untuk melaksanakan ibadah penting tersebut. Bisa dibayangkan, ibadah yang dilakukan dengan pengorbanan sudah pasti akan mendapatkan balasan yang lebih dari Allah SWT. Seperti kita ketahui bahwa Allah Maha Pemurah Lagi Maha Bijaksana, pasti akan memberikan balasan yang lebih atas pengorbanan kita. Pengorbanan yang bagaimana yang dimaksud, yaitu pengorbanan saat sedang enak-enaknya tidur. Terlepas dari itu dengan menjalankan ibadah di rumah kita, maka secara otomatis menjadikan rumah kita bercahaya. Memposisikan rumah sebagai masjid akan menciptakan kesejukan hati yang sangat luar biasa, sehingga dengan begitu maka ketentraman jiwa akan tergapai dengan sendirinya. Yang artinya memberikan ketenangan bagi seluruh penghuninya. Demikian ini merupakan salah satu cara menjadikan keluarga sakinah dengan menjadikan rumah kita sebagai masjid. Karena sebuah keluarga sakinah harus dapat mencerminkan suasana penuh ketentraman, dimana ketentraman sejati itu sendiri hanya diperoleh dengan penuh kepasrahan, yaitu pasrah kepada Allah Sang Maha Pencipta.




Menurut Qatadah, seorang suami, sebagai kepala rumah tangga, harus menyuruh istri dan anak-anaknya taat kepada Allah Ta’ala dan mencegah mereka dari perbuatan kemaksiatan. Suami seyogyanya menjaga dan membantu mereka untuk senantiasa menjalankan segala yang diperintahkan Allah. Suami juga seyogyanya menjauhkan mereka dari segala bentuk kemaksiatan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;....”(at-Tahriim:6)


Ketentraman hati akan terwujud dengan ingat kepada Allah (dzikrullah), untuk itu sebagai keluarga muslim kita senantiasa harus selalu berdzikir kepada Allah. Rumah harus dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai kegiatan dzikir, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, mempelajari agama, membaca buku dan lain sebagainya. Dengan menjadikan rumah kita sebagai tempat untuk beribadah (memposisikan sebagai masjid) tersebut maka suasana di dalam rumah akan menjadi sejuk, sehingga ketentraman hati akan segera datang. Dengan begitu istilah keluarga sakinah dapat segera terwujudkan, yang merupakan pencerminan dari sebuah keluarga penuh ketentraman dan kebahagiaan.

“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk dzikrullah dan rumah yang tidak digunakan untuk dzikrullah, bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati.”(HR. Muslim).

REST ASSURED THAT AL-QUR’AN CONTAINS THE TRUTH

REST ASSURED THAT AL-QUR’AN CONTAINS THE TRUTH


Rest assured that the Qur'an has given the glad tidings to the human to achieve happiness. Faith in God and believe in the scriptures and His messengers is an obligation that should not be abandoned by a Muslim. Seeking happiness is a thing that should be done by every man to become a noble creature beside Him.

As Allah says in the Qur'an :
”Indeed, the Qur'an is a very noble passage in the book maintained (Lauhul Mahfuz). Do not touch it, except the people who sanctified. Derived from Rabbil ‘alamin. So, whether you just underestimate the Qur'an?" (al-Waaqiyah [56] :77-81).

We do not belong to the people who are not sanctified because they never read the Quran. And surely Allah will question, if we assume underestimated the Qur'an, so lazy to read?

YAKINLAH BAHWA AL-QUR’AN BERISI KABAR GEMBIRA

YAKINLAH BAHWA AL-QUR’AN BERISI KABAR GEMBIRA

Yakinlah bahwa Al-Qur’an telah memberikan kabar gembira kepada umat manusia untuk mewujudkan kebahagian baik di dunia maupun di akhirat. Beriman kepada Allah serta meyakini kitab-kitab dan rasul-Nya adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim. Mencari kebahagiaan di dunia dan akhirat harus dilakukan secara berimbang sehingga kita menjadi mahluk yang mulia disisi-Nya.

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an :
“Sesungguhnya, Al-Qur’an adalah bacaan yang sangat mulia pada kitab terpelihara (Lauhul Mahfuzh). Tidak menyentuhnya, kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil ‘alamin. Maka, apakahkamu menganggap remeh saja Al-Qur’an ini?” (QS. Al-Waaqiyah [56]:77-81)




Janganlah kita tergolong orang-orang yang tidak disucikan karena tidak pernah membaca Al-Qur’an. Dan tentunya Allah akan mempertanyakan, apakah kita mengganggap remeh Al-Qur’an, sehingga malas membacanya?

REST ASSURED THAT AL-QUR’AN CONTAINS THE TRUTH

Rest assured that the Qur'an has given the glad tidings to the human to achieve happiness. Faith in God and believe in the scriptures and His messengers is an obligation that should not be abandoned by a Muslim. Seeking happiness is a thing that should be done by every man to become a noble creature beside Him.

As Allah says in the Qur'an :
”Indeed, the Qur'an is a very noble passage in the book maintained (Lauhul Mahfuz). Do not touch it, except the people who sanctified. Derived from Rabbil ‘alamin. So, whether you just underestimate the Qur'an?" (al-Waaqiyah [56] :77-81).

We do not belong to the people who are not sanctified because they never read the Quran. And surely Allah will question, if we assume underestimated the Qur'an, so lazy to read?



CUPLIKAN KISAH NABI

Romantika Pertemuan Kembali NABI ADAM dan HAWA


Nabi Adam diciptakan oleh Allah swt dari tanah liat. Adapun Siti Hawa, istrinya, tercipta dari tulang rusuk kiri Nabi Adam. Konon, Nabi Adam diturunkan di puncak gunung tertinggi Everest, pegunungan ini merukapan salah satu pegunungan yang ada di negara India. Nabi Adam memiliki berbagai keistimewaan, salah satunya adalah bahwa Nabi Adam memiliki derajat yang dimuliakan dan ditinggikan oleh Allah Aubhallahu Wata'ala, disamping itu Nabi Adam a.s. juga merupakan manusia pertama di muka bumi ini. Nabi adam mendapat julukan sebagai bapak semua manusia, dengan gelar abdul basyar. Abu basyar ini memiliki arti bapak semua manusia. Kemuliaan nabi Adam ketika baru selesai diciptakan adalah Allah memerintahkan kepada semua pengawalnya yaitu para malaikat untuk memberikan hormat kepada Nabi Adam 'Alaihissalam.




Setelah Allah menciptakan Nabi Adam dan Siti Hawa, mereka berdua kemudian dimasukkan ke dalam surga. Namun, karena telah melanggar perintah Allah makan kemudian Allah menghukumnya dengan menurunkannya ke bumi. Saat Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke bumi, mereka titurunkan oleh Allah secara terpisah, bahkan tempatnya sangat berjauhan. Betapa sulitnya hidup mereka berdua. Bisa dibayangkan ketika keduanya hidup enak di surga tetapi kemudian tiba-tiba hidup di bumi yang sangat asing bagi mereka berdua. Hari demi hari mereka melalui hidup secara terpisah dalam kesendirian dan penuh tantangan, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya. Ya, bayangkan mereka hidup sendiri-sendiri dan harus menghadapi segala sesuatu yang sama sekali asing, kesepian dan penderitaan hidup menjadi warna dalam kehidupan mereka. Setelah melalui proses yang demikian panjang, akhirnya atas kebesaran Allah akhirnya mereka berdua dipertemukan kembali, tepatnya di di Jabal Rahmah di Arafah. Perasaan gembira dan haru berbaur menyelimuti hati Nabi Adam dan Siti Hawa. Tak henti-hentinya mereka bersyukur kepada Allah SWT atas segala kemurahan-Nya. Mereka akhirnya menghadapi kehidupan ini bersama-sama dan beranak pinak yang secara turun temurun akhirnya memenuhi isi bumi.

SEKILAS TENTANG NABI ILYASA’

Siapa itu nabi Ilyasa'? Beliau adalah seorang utusan Allah yang diutus untuk menyebarkan ajaranNya kepada Bani Israel dan Kaum Aramia. Nabi Ilyasa' diangkat oleh Allah menjadi nabi pada tahun 830 Sebelum Masehi. Beliau diperkirakan hidup antara tahun 885-795 SM. Di damaskus inilah Nabi Ilyasa' berdakwah memenuhi kewajibannya sebagai seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Dalam dahwahnya, Nabi Ilyasa' selalu berpegang dan berpedoman pada tata cara yang dijalani oleh nabi Ilyas karena Nabi Ilyasa' ini merupakan penerus dari Nabi Ilyas. Nabi Ilyasa' mempunyai keistimewaan terutama dalam menghargai para kaumnya. Beliau dikaruniai oleh Allah SWT sifat penyayang. Nabi Ilyasa' juga menerapkan hukum Allah sesuai dengan apa yang diturunkan oleh Allah SWT kepadanya.




Ilyasa’ Muda Ditolong Oleh Nabi ilyas Konon ceritanya, Nabi Ilyas dan Nabi Ilyasa' ini bertemu secara kebetulan. Waktu itu ketika Nabi Ilyas sedang melakukan dakwah ajaran Allah SWT, beliau dikejar-kejar oleh kaumnya yang durhaka kepada Allah SWT. Saat dikejar-kejar itulah kemudian Nabi Ilyas bersembunyi di rumah Nabi Ilyasa'. Waktu itu Nabi Ilyasa' belum diangkat menjadi nabi, dan mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Akhirnya Nabi Ilyas pun selamat dari kejaran musuh-musuhnya. Dari sinilah akhirnya mereka bertemu. Ketika itu Nabi Ilyasa' masih muda dan sedang sakit. Melihat ada seorang pemuda sedang sakit di rumah persembunyiannya, dengan penuh kasih, Nabi Ilyas membantu menyembuhkan Ilyasa' muda. Atas izin Allah akhirnya Nabi Ilyas berhasil menyembuhkan Ilyasa'. Mereka berdua akhirnya bersahabat, bahkan ilyasa' muda selalu mendampingi Nabi Alyas saat melakukan dakwah dalam menyebarkan ajaran Allah swt. Setelah Nabi Ilyas wafat, Ilyasa' pun diangkat menjadi nabi oleh Allah SWT dan meneruskan tugas dakwah yang sebelumnya diemban oleh Nabi Ilyas.