Romantika Pertemuan Kembali NABI ADAM dan HAWA
Nabi Adam diciptakan oleh Allah swt dari tanah liat. Adapun Siti Hawa, istrinya, tercipta dari tulang rusuk kiri Nabi Adam. Konon, Nabi Adam diturunkan di puncak gunung tertinggi Everest, pegunungan ini merukapan salah satu pegunungan yang ada di negara India. Nabi Adam memiliki berbagai keistimewaan, salah satunya adalah bahwa Nabi Adam memiliki derajat yang dimuliakan dan ditinggikan oleh Allah Aubhallahu Wata'ala, disamping itu Nabi Adam a.s. juga merupakan manusia pertama di muka bumi ini. Nabi adam mendapat julukan sebagai bapak semua manusia, dengan gelar abdul basyar. Abu basyar ini memiliki arti bapak semua manusia. Kemuliaan nabi Adam ketika baru selesai diciptakan adalah Allah memerintahkan kepada semua pengawalnya yaitu para malaikat untuk memberikan hormat kepada Nabi Adam 'Alaihissalam.
Setelah Allah menciptakan Nabi Adam dan Siti Hawa, mereka berdua kemudian dimasukkan ke dalam surga. Namun, karena telah melanggar perintah Allah makan kemudian Allah menghukumnya dengan menurunkannya ke bumi. Saat Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke bumi, mereka titurunkan oleh Allah secara terpisah, bahkan tempatnya sangat berjauhan. Betapa sulitnya hidup mereka berdua. Bisa dibayangkan ketika keduanya hidup enak di surga tetapi kemudian tiba-tiba hidup di bumi yang sangat asing bagi mereka berdua. Hari demi hari mereka melalui hidup secara terpisah dalam kesendirian dan penuh tantangan, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya. Ya, bayangkan mereka hidup sendiri-sendiri dan harus menghadapi segala sesuatu yang sama sekali asing, kesepian dan penderitaan hidup menjadi warna dalam kehidupan mereka. Setelah melalui proses yang demikian panjang, akhirnya atas kebesaran Allah akhirnya mereka berdua dipertemukan kembali, tepatnya di di Jabal Rahmah di Arafah. Perasaan gembira dan haru berbaur menyelimuti hati Nabi Adam dan Siti Hawa. Tak henti-hentinya mereka bersyukur kepada Allah SWT atas segala kemurahan-Nya. Mereka akhirnya menghadapi kehidupan ini bersama-sama dan beranak pinak yang secara turun temurun akhirnya memenuhi isi bumi.
SEKILAS TENTANG NABI ILYASA’
Siapa itu nabi Ilyasa'? Beliau adalah seorang utusan Allah yang diutus untuk menyebarkan ajaranNya kepada Bani Israel dan Kaum Aramia. Nabi Ilyasa' diangkat oleh Allah menjadi nabi pada tahun 830 Sebelum Masehi. Beliau diperkirakan hidup antara tahun 885-795 SM. Di damaskus inilah Nabi Ilyasa' berdakwah memenuhi kewajibannya sebagai seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Dalam dahwahnya, Nabi Ilyasa' selalu berpegang dan berpedoman pada tata cara yang dijalani oleh nabi Ilyas karena Nabi Ilyasa' ini merupakan penerus dari Nabi Ilyas. Nabi Ilyasa' mempunyai keistimewaan terutama dalam menghargai para kaumnya. Beliau dikaruniai oleh Allah SWT sifat penyayang. Nabi Ilyasa' juga menerapkan hukum Allah sesuai dengan apa yang diturunkan oleh Allah SWT kepadanya.Ilyasa’ Muda Ditolong Oleh Nabi ilyas Konon ceritanya, Nabi Ilyas dan Nabi Ilyasa' ini bertemu secara kebetulan. Waktu itu ketika Nabi Ilyas sedang melakukan dakwah ajaran Allah SWT, beliau dikejar-kejar oleh kaumnya yang durhaka kepada Allah SWT. Saat dikejar-kejar itulah kemudian Nabi Ilyas bersembunyi di rumah Nabi Ilyasa'. Waktu itu Nabi Ilyasa' belum diangkat menjadi nabi, dan mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Akhirnya Nabi Ilyas pun selamat dari kejaran musuh-musuhnya. Dari sinilah akhirnya mereka bertemu. Ketika itu Nabi Ilyasa' masih muda dan sedang sakit. Melihat ada seorang pemuda sedang sakit di rumah persembunyiannya, dengan penuh kasih, Nabi Ilyas membantu menyembuhkan Ilyasa' muda. Atas izin Allah akhirnya Nabi Ilyas berhasil menyembuhkan Ilyasa'. Mereka berdua akhirnya bersahabat, bahkan ilyasa' muda selalu mendampingi Nabi Alyas saat melakukan dakwah dalam menyebarkan ajaran Allah swt. Setelah Nabi Ilyas wafat, Ilyasa' pun diangkat menjadi nabi oleh Allah SWT dan meneruskan tugas dakwah yang sebelumnya diemban oleh Nabi Ilyas.