Laman

DAKWAH

ARTI DAKWAH

Dakwah berasal dari bahasa Arab, yang menurut artinya adalah ajakan, seruan atau panggilan. Sedangkan pengertian dakwah yang dimaksud disini adalah : "Segala usaha dan kegiatan dalam ujud sikap ucapan dan perbuatan yang mengandung ajakan atau seruan kepada orang lain untuk menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk kemudian dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat".
Syaih Ali Machfudz memberi batasan mengenai dakwah sebagai berikut:

"Membangkitkan kesadaran manusia atas kebaikan dan petunjuk, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar supaya mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan dunia dan akhirat".
Dengan melihat definisi dakwah tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa yang prinsip dalam dakwah adalah terciptanya masyarakat yang menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam untuk meraih kebahagiaan dunia dan akherat.




BEBERAPA ISTILAH YANG MEMPUNYAI TUJUAN SAMA DENGAN DAKWAH.

Ada beberapa istilah dalam Al Qur'an, yang mempunyai tujuan serupa dengan dakwah, yakni berusaha menciptakan masyarakat yang gemar menghayati dan mengamalkan ajaran - ajaran Islam dalam kehidupan sehari hari untuk kemudian dapat mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan dunia akherat. Adapun istilah - istilah tersebut antara lain:

Tabligh.

Istilah ini diambil dari bahasa Arab, yang diambil dari kata kerja "Ballagho Yuballighu Tablighon", artinya menyampaikan. Maksudnya adalah menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada umat manusia. Orang yang menyampaikan disebut "Muballigh".
Allah berfirman :
"Wahai Rosul, sampaikanlah apa yang disampaikan kepadamu dart Tuhanniu dan jika kamu tidak mengerjakan berarti kamu tidak menyampaikan risalahnya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. (Al Maidah 67).

Amar ma'ruf nahi mungkar

Salah satu usaha untuk mewujudkan masyarakat yang mengamalkan ajaran -ajaran Islam adalah amar ma'ruf yakni tnenyuruh kepada yang ma'ruf, dan Wahl mungkar yakni mencegah dari yang mungkar.
Allah telah berfirman :
"Kamu sekalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan (dilahirkan) untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar. (Ali Intron 110).

Tadzkiroh

Tadzkiroh artinya peringatan, yakni mengingatkan kepada manusia agar mereka memelihara diri dan keluarganya dart azab Allah, mengingatkan agar mereka waspada dan hati-hati didalam mengarungi kehidupan yang serba fana.
Allah berfirman :
"Berilah peringatan, sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah pemberi peringatan". (Al Ghosiyah 21).

Tabsyir dan Indzar

Tabsyir artinya memberi kabar gembira tentang rahmat dan karunia Allah yang akan diturunkan kepada orang yang mengamalkan ajaran-ajaran Islam.
Idzar, artinya menakut – nakuti atau memberi peringatan ancaman bagi orang – orang yang tidak mau melakukan ajaran islam.
Allah berfirman:
"Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk memberi kabar gembira dan menakut- nakuti (memberi peringatan ancaman). (Banff Isroil 105)




Washiat.

Washiat menurut arti yang mudah adalah pesan. Berusaha untuk mewujudkan masyarakat yang Islami, juga bisa dilaksanakan melalui washiat, terlebih bagi yang sakit, sungguh washiat sangat dianjurkan.
Allah berfirman:
Dan mereka saling berwashiat dengan kebenaran, dan berwashiat dengan sabar. (Al Ashr 3).

HUKUM BERDAKWAH

Dalarn kehidupan bermasyarakat sering kita jumpai orang - orang yang melangkah melakukan perkara. namun mereka belum mengetahui kedudukan hukumnva. Ironisnya mereka berlagak sok tahu. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu disini dijelaskan tentang hukum berdakwah.
Allah telah memberikan penjelasan tentang hukum berdakwah dalam firmannya :
"Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian .segolongan umat yang mengajak pada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang - orang yang beruntung". (Ali heron .104).

Berdakwah jika ditinjau dari segi materinya. hukumnya akan berubah sesuai dengan hukum pengamalan materi tersebut. Dakwah melalui amar ma'ruf nahi mungkar misalnya. apabila materi yang didakwahkan berupa hal-hal yang hukum melakukan atau meninggalkannya wajib. maka hukum dakwah menjadi wajib. dan apabila materi vang disampaikan berupa hal - hal yang hukum melakukan atau meninggalkannya sunat. maka hukum dakwah menjadi sunat.

Berikut cuplikan ta'birnya :
"Dan menyeru kepada yang ma'ruf, hukumnva mengikuti yang diperintahkan, apabila berupa hal yang wajib dilakukan, maka hukum menyeru/menyampaikan menjadi wajib, dan apabila hal yang diperintahkan berupa hal yang sunat dilakukan, maka hukum menyampaikannya menjadi sunat. Maka mencegah dari yang mungkar seluruh hukunmya wajib, karena meninggalkan yang mungkar itu wajib hukumnya (Tafsir Nawawi Juz I, cet. Bandung halaman 113).

Adapun jika ditinjau secara umum dan dinisbatkan dengan pelaksanaan tugas, maka hukum berdakwah "fardlu kifayah".

Berikut cuplikan ta'birnya
“Dan seluruh perkara ini (mengajak kepada kebaikan,menyuruh kepada yang ma’ruf,dan mencegah dari yang mungkar )termasuk fardlu kifayah. Karena hal ini tidak dapat dilakukan kecuali oleh orang yang mengetahui seluk beluknya dan siasat manusia, sehingga ia tidak menjatuhkan perintah atau arangan didalam ha yang berakibat meningkatnya perilaku fujur (penyelewengan). Maka sesungguhnya orang yang bodoh terkadang mengajak yang bathil dan menyeru kepada yang mungkkar serta mencegah dari hal yang ma’ruf. Juga kadang ia bersikap kasar ditempat yang mestinya bersikap halus dan bersikap halus ditempat yang semestinya ia bersikap kasar. (Tafsir Nawawi Juz I. Cet. Bandung halaman 113).

METHODOLOGI DAKWAH

Methode berasal dari bahasa Latin methodus, artinya cara, diindonesiakan menjadi methode. Sedangkan logie yang merupakan kalimat yang berasal dari bahasa Latin yang artinya ilmu. Jadi "methodologi dakwah" artinya cara berda' wah.
Tujuan methodologi dakwah adalah untuk memberi kemudahan dan keserasian bagi pengemban dakwah itu sendiri, serta memberi kemudahan bagi penerimanya. Pengalaman sering membuktikan kendatipun materi dakwah itu penting dan belum pernah disampaikan, .sering terjadi responnya kurang memuaskan. Sebaliknya, pengalaman juga membuktikan, walaupun materinya sudah sering disampaikan, tetapi karena methode penyampaiannya cukup baik, maka responsinya sangat memuaskan.

Maka dalam kaitannya dengan masalah ini Allah telah memberikan penjelasan methode berdakwah dalam firmanNya: "Ajaklah manusia ke jalan Allah dengan cara hikmah, nasehat yang baik dan bertukar fikiranlah dengan mereka dengan cara yang baik". (An Nahl 125)
Bertitik tolak dari firman Allah tersebut, secara garis besar methode dakwah dibagi menjadi tiga bagian yaitu: "hikmah, mau'idzoh chasanah dan mujadalah".

Hikmah
Pengertian hikmah dalam kaitannya dengan ayat tersebut, menurut Imam Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Tafsir Nawawi Juz I cet. Bandung halaman 469 sebagai berikut :
Hikmah adalah argumentasi yang akurat (hujjah qoth'i) yang dapat menyumbangkan faidah untuk mewujudkan aqidah - aqidah yang yakin".
Jika Rita herpijak kepada definisi tersebut, yakni "Al hikmah" diterjernatikan sebagai argumentasi yang akurat, maka methode yang paling tepat untuk melakukan dakwah bil hikmah adalah seperti hal-hal tersebut di bawah ini:

1. Dialog
Diaiogaidalah percakapanantara dua orang atau lebih. Dalam pelaksanaannya para peserta hisa terdiri para cendekiawan atau intelektual yang cinta kepada kebenaran. Mereka saling mengadu kebenaran, pendirian atau pendapat musing-musing dengan mengajukan argumcntasi-argumentasi yang bisa diterima oleh lawannya. Didalam berdialog, ada kode etik serta aturan main yang rapi untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Panel Diskusi
Panel Diskusi diambil diiri bahasa Inggris "Panel Discusion". Setelah diindonesiakan sering diucapkan panel diskusi yang artinya jalur pertukaran likiran. Panel diskusi untuk mernbanas masalah yang memerlukan pemecahan. Yang menyampaikan pokok-pokok pikiran disebut panelis, sedang yang hadir sebagai peserta semuanya berhak untuk ambil bagian membahasnya.

3. Seminar
Yang dimaksiud seminar disini adalah suatu pertemuan yang diselenggarakan untuk membahas suatu masalah clitinjau dari berbagai aspeknya, dengan menampilkan beberapa orang pemrasaran vanwg dianggap ahli dibidangnya den beberapa orang pembahas atau pembanding utama yang akan membahas prasaran tersebut yang dipimpin oleh moderator. Untuk merumuskan kesimpukm dan rekomendasi dibentuktah komisi-komisi.

4. Lokakarya
Lokakarya ini ada kemiripan dengan seminar dalam penyelenggaraannya.Yang membedakan diantara keduanya adalah bahwa lokakarya ini lebih cenderung bersifat informatif untuk meratakan jalan ke arah teknis pelaksanaannya. Oleh karena itu di dalam lokakarya para peserta yang hadir banyak minta penjeasan menyampaikan pendapat dan catatan.

Adapun “ Al Hikmah” yang menyangkut sikap dan perbuatan seprti dimaksud para ilmuwan antara lain direalisasikan melalui: 1. Uswatun hasanah dalam bentuk sikap 2. Proyek percontohan 3. Paksaan sosial 4. Bantuan sosial 5. Pelayanan kesehatan

Mau’idzoh hasanah
Maksudnya adalah tutur kata,pendidikan dan nasehat yang baik,yang dapat menyentuh hati, Dakwah melalui mau’idzoh hasanah banyak sekai ragamnya, akan tetapi yang populer yang lazim dipakai adalah pidato.

Majadalah billati hiya ahsan
Artinya bertukar fikiran dengan cara yang baik. Bentuk – bentuk mujadalah sama dengan bentuk – bentuk hikmah yang berpijak kepada pendapat imam nawawi,yaitu dialog,panel diskusi,seminar,lokakarya dan sejenisnya.akan tetapi ada perbedaan sedikit tentang tujuan,kalau dalam hikmah,bertujuan mencari kebenaran sedangkan yang terakhir ini hanya bertujuan mematahkan argumentasi – argumentasi lawan yang sengaja berusaha menghancurkan aqidah – aqidah islam dan mematahkan langkah dakwah kita. Lihat tafsir nawawi juz 1 cet. Bandung halaman 469.

BERBUAT BAIK KEPADA ORANG LAIN

BERBUAT BAIK KEPADA ORANG LAIN

Allah telah berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad. saw:
"Dan, bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya pada pagi dan senja hari , dengan mengharap keridhaan-Nya." (AlKahfi: 28)

Allah juga telah berfirman:
"Dan, janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Rabb-nya pada pagi hari dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan -Nya." (AlAn'am: 52).

Dari Sa'd bin Abi Waqqash Radhiyallahu Anhu, dia berkata, ''Kami pernah bersama Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sebanyak enam orang, lalu orang-orang musyrik berkata, 'Usirlah orang-orang yang berani lancang terhadap kami, yaitu orang-orang lemah yang engkau jadikan teman bergaul dan yang engkau dekati. Kami tidak suka duduk bersama mereka. Maka buatlah bagi kami satu pertemuan khusus bagi kami dan bagimu'".




Maka ada perasaan yang tidak enak, muncul di dalam hati Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam karena ucapan tersebut, padahal beliau sangat ingin untuk memberi petunjuk kepada mereka. Maka Allah menurunkan ayat ini.

Sudah terlalu lumrah jika para pemimpin, penguasa, orang-orang terhormat, orang-orang kaya, orang-orang yang biasa hidup mewah dan para pejabat memiliki kesombongan, pembangkangan dan tidak mau menerima hak bagi orang lain untuk ikut bergabung dalam kelompok mereka. Hal ini sudah biasa terjadi dalam umat mana pun. Setiap penghalang yang menghadang dakwah para rasul dalam menyebarkan kebenaran tentu dikaitkan dengan keberadaan mereka. Hal ini bisa diketahui dengan menyimak kandungan Al-Qur'an. Sedangkan orang-orang yang lemah, fakir dan miskin justru orang-orang yang lebih dahulu mengikuti kebenaran dan memenuhi panggilan dakwah para rasul. Dan, Allah lebih mengetahui siapa yang mendapatkan hidayah ketimbang orang-orang yang tidak berhak menerimanya. Firman-Nya:

"Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya, dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus." (Al-An'am: 39)

Firman-Nya yang lain:
"Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orangorang yang bersyukur (kepada-Nya)?" (Al-An'arn,: 53). Allah tidak melihat gambar, penampakan, indahnya tubuh dan harta benda, tetapi Dia hanya melihat kepada hati dan amal sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadits shahih. Maka dari itu Heraklius (pemimpin bangsa Romawi) pernah bertanya kepada Abu Sofyan, "Siapakah yang mengikuti nabi tersebut? Apakah mereka itu para pemimpin ataukah orang-orang yang lemah?"

Maka Abu Sofyan menjawab, "Bahkan mereka itu adalah orang-orang yang lemah."




Heraklius berkata, "Begitulah memang pengikut para rasul."

Allah telah menyebutkan secara gamblang orang-orang Muslim yang lemah tidak hanya dalam satu ayat dari Al-Qur'an. Mereka disinggung-singgung di berbagai tempat dalam Al-Qur'an. Allah juga mengangkat kedudukan mereka, menyuruh hamba-hamba-Nya agar berbuat baik kepada mereka dan mengkhususkan dan mereka untuk mendapatkan saluran kebajikan dan kebaikan, menganjurkan hal itu serta menjanjikan pahala yang besar di sisi-Nya karena perbuatan tersebut. Firman-Nya:

"Dan, perbuatlah kebaikan, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." Baqarah: 195).

"Maka berikanlah hak kepada kerabat yang terdekat, demikian pula kepada fakir miskin dan ibnus-sabil." (Ar-Rum: 38).

Dan Abdullah bin Anu. bin Al-Ash Radhiyallahu Anhu, sesungguhnya RasulullahShallallahuAlaihi wa Sal-lam berkata:

"Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Maka kasihanilah, siapa yang berada di bumi, niscaya yang berada di langit akan mengasihimu." (Ditakhrij Abu Daud dan At-Tirmidzy).

Diriwayatkan pula dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau berkata:
"Barangsiapa yang tidak mengasihi siapa yang di bumi, niscaya yang di langit juga tidak akan mengasihinya." (Rawi-rawinya tsiqat).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Kasihanilah siapa yang di bumi, niscaya siapa yang di langit akan mengasihimu." Hal ini diriwayatkan secara marfu' dan mauquf.

Dari Jarir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu, berkata, "Rasulullah Shallallahu Alai hi wa Sallam berkata:
"Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, niscaya Allah. tidak akan mengasihinya." (Ditakhrij At-Tirmidzy).

Dalam sebuah hadits juga disebutkan: "Mereka bertanya, 'Apakah kami juga memperoleh pahala karena mengasihi hewan wahai Rasulullah?"

Beliau menjawab, "Ya. Dalam setiap hati terdapat kesejukan yang baik."Hal ini dikuatkan lagi dengan kisah tentang wanita pelacur, yang kemudian dosa-dosanya diampuni Allah, karena dia mengasihi seekor anjing yang dilihatnya sedang menjulur-julurkan lidah dan memakan debu karena kehausan.

Telah disebutkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash Radhiyallahu Anhu adalah orang yang lebih mapan daripada yang lain dalam kehidupan materielnya. Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata:

"Dan, apakah kamu bisa mendapatkan pertolongan dan rizki kalau bukan karena orang-orang lemah di antara kamu?"

Juga telah disebutkan dalam hadits shahih, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau berkata:
"Barangsiapa yang berada dalam pertolongan saudaranya, maka Allah berada dalam, pertolongannya."

Hal ini bersifat umum, di mana pertolongan tersebut berlaku untuk setiap orang Muslim, dan yang lebih khusus adalah pertolongan terhadap orang-orang yang lemah di antara mereka, seperti janda, anak yatim dan orang miskin.

Berapa banyak Allah menyingkirkan bencana dan memberi perlindungan dari keburukan serta kejadian yang mengerikan bagi orang-orang yang berbuat dan mengasihi orang-orang yang lemah maupun anak-anak yatim. Sebab akan berbuat baik kepada orang-orang yang juga mau berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya.

Di samping itu, Allah tidak menyia-nyiakan pahala seseorang yang telah beramal. Maka barangsiapa yang memperlakukan hamba-hamba Allah dengan penuh kasih sayang dan kebajikan, serta berbuat yang ma'ruf, maka Allah pun akan berbuat seperti itu pula, bahkan Dia akan melipatgandakan pahala dengan sepuluh kebaikan yang serupa dengan itu.

Wahai saudara-saudaraku! Barangsiapa yang ingin selamat dari neraka dan menghendaki ketinggian kedudukan di akhirat, maka hendaklah dia bersiap-siap menghadap Allah dengan melewati pintu kebaikan terhadap orang-orang yang lemah, fakir miskin, wanita-wanita janda, anak-anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Hendaklah dia berbuat baik kepada mereka menurut kadar kemampuannya. Sebab Allah selalu dekat dengan orang yang hatinya dilanda kesusahan, mengasihi orang yang juga mengasihi hamba-hamba -Nya. Maka janganlah dia meremehkan sedikit pun dari kebaikan, walau itu hanya sekedar kata-kata yang manis dan baik. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah berkata dalam sebuah hadits shahih:

"Janganlah sekali-kali engkau meremehkan sedikit pun dari kebaikan, walau engkau menghadapi saudaramu dengan rona muka yang berseri."

RUMAHKU ISTANAKU

RUMAHKU ISTANAKU

Sebuah istana sudah pasti memiliki seorang raja dan permaisuri. Raja merupakan seorang pemimpin yang harus ditaati oleh seluruh anggota dalam kerajaan. Permaisuri harus selalu mendukung sang raja, tanpa dukungan permaisuri sudah pasti sang raja tidak dapat menjalankan kepemimpinannya dengan baik.

Kerajaan yang dimaksud bernama rumah tangga, dipimpin seorang raja yang bernama suami dan permaisuri yang bernama istri. Kepemimpinan sang rajalah yang akan menentukan kelangsungan sebuah rumah rangga. Baik buruknya sebuah kerajaan rumah rangga akan sangat tergantung pada kepemimpinan suami dan dukungan sang istri.




Kewajiban istri haruslah taat kepada suami, tetapi bukan ketaatan yang membabi buta. Ada rambu-rambu agar suami ditaati sang istri, yaitu ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Ketidaktaatan istri diperbolehkan dalam islam jika suami menyuruh kepada istri tetapi bententangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist, salah satunya sang istri tidak boleh taat dalam rangka bermaksiat. Pada hakekatnya ketaatan istri bukanlah kepada suami tetapi taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Suami sebagai seorang raja harus memiliki harga diri dan istri harus menghormati sang raja. Seorang istri hendaknya selalu menjaga perasaan suaminya, jika ada kekurangan pada diri sang suami janganlah dibesar-besarkan. Setiap orang pastinya memiliki kelebihan dan tak luput dari kekurangan. Meskipun dengan berbagai kekurangannya kita tetap harus taat kepada suami. Ketidaktaatan istri pada suami dapat menciptakan ketidakharmonisan di dalam rumah tangga.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya akan kusuruh istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Hurairah).




Suami berkewajiban mencari nafkah. Atas dasar inilah menjadikan kebanyakan suami lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, sehingga sangat membutuhkan sang istri untuk mengatur rumah. Tanpa dukungan istri, sebuah rumah tangga mudah sekali tergoyahkan karena tidak ada yang mengurus rumah dan anak-anak. Di dalam islam, seorang istri sangat didorong untuk lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah dan tidak diberi kewajiban mencari nafkah agar rumah tangga yang dibangun tidak mudah tergoyah.

Coba Anda bayangkan jika sang istri ikut-ikutan sibuk mencari nafkah di luar rumah, apapun dilakukan demi uang, mengejar karier hanya demi mencari uang. Uang menjadi sesuatu yang diagung-agungkan, karier dikejar sedemikian rupa, semakin tinggi karier semakin banyak uang yang akan didapatkan. Akhirnya, suami istri berangkat kerja pagi hari dan pulang sore hari bahkan sampai larut malam. Badan capek, sepulang kerja langsung tidur, mereka asik dengan dunianya sendiri-sendiri. Siapa yang menjadi korban? Tentunya anak-anak mereka akan terlantar, kurang kasih sayang sehingga mendorong mereka untuk mencari kasih sayang di luar rumah sebagai pengganti kasih sayang di rumah yang telah hilang. Diskotek dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang kebanyakan menjadi pelampiasan mereka. Patutkah mereka disalahkan? Apakah Anda tidak malu menyalahkan mereka? Apakah Anda tidak kasihan dengan anak-anak Anda?

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Ahzab:33)

Janganlah uang dianggap sebagai sumber kebahagiaan. Kebahagiaan tidak mutlak tergantung pada rumah mewah, uang berlimpah. Kebahagiaan tergantung pada hati. Menerima, menikmati dan mensyukuri yang ada itulah hakekat kebahagiaan. Biarkan sang suami yang diberikan kewajiban mencari nafkahlah yang mengurusnya, sedangkan istri mengatur rumah tangga dan anak-anak agar kebahagiaan dapat terwujudkan. Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana pasti akan mengatur segalanya.

Renungkanlah sabda Nabi SAW berikut ini :

“Orang kaya bukanlah orang yang banyak harta. Tetapi, orang kaya ialah orang yang kaya hati.” (Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah)

Jadikanlah rumah kita sebagai istana kita untuk memperoleh kebahagiaan sejati.

ZAKAT DI DALAM AL-QUR’AN

PENGERTIAN ZAKAT

Zakat, yang merupakan ibadah pokok dalam agama Islam. Secara teknis, zakat berarti menyucikan harta milik seseorang dengan cara memberikan sebagian harta kekayaan yang telah ditentukan jumlahnya kapada orang yang telah ditetapkan sebagai penerima zakat karena sebagian harta tersebut merupakan hak mereka.

Kata lain yang digunakan untuk zakat, baik di dalam al-Quran maupun Hadis adalah sedekah yang berasal dari kata shidq (yang hak dan benar). Istilah sedekah termasuk dalam zakat. Sedekah ini ada dua macam, yaitu sedekah tathawwul (sumbangan sukarela) dan sedekah mafrudh (sumbangan wajib), sebagaimana yang dapat kila lihat dalam al-Quran surah al-Tawbah ayat 60.




Di dalam istilah fiqih terdapat perbedaan yang jelas antara sedekah dan zakat. Sedekah biasanya dimaksudkan pada segala sumbangan yang diberikan secara sukarela kareia Allah, sedangkan zakat merupakan sumbangan wajib bagi setiap Muslim yang kaya kepada orang yang berhak menerima.

Dengan membayarkan zakat, maka seseorang memperoleh penyucian hati dan dirinya serta telah melakukan tindakan yang benar dan memperoleh rahmat.

Allah telah menyebutkan zakat dan shalat pada sejumlah 82 ayat di dalam al-Qur’an. Al-Qur’an juga menjelaskan kepada mereka yang memenuhi kewajiban ini dijanjikan pahala yang berlimpah di dunia dan akhirat. Sebaliknya mereka yang menolak membayar zakat akan diancam dengan hukuman atas kelalaiannya. Pentingnya zakat telah diperlihatkan dengan jelas dalam al-Qur’an :

Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan kebaikan apapun yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapatkan pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan (Q.S. al-Baqarah:110).

(yaitu) orang-orang yang khusuk dalah shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat (Q.S. al-Mu’minun:1-4).




Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah di jalan Allah sebagian hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji (Q.S. al-Baqarah:267)

Sesungguhnya zakat-zakat itu untuk orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana (Q.S. al-Tawbah:60).

Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini (Q.S. Fushshilat:6-7).

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka : (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam Neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kapada mereka, “Inikah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu ... “ (Q.S. at-Taubah:34-35).

Sekali-kali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala urusan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S. Ali Imran:180).

RUMAHKU, MADRASAHKU

RUMAHKU, MADRASAHKU

Rumahku madrasahku, itulah salah satu cara untuk mewujudkan sebuah keluarga impian setiap muslim di seluruh dunia, yaitu sebuah keluarga dengan penuh ketentraman dan kebahagiaan, keluarga sakinah. Untuk mewujudkan sebuah keluarga sakinah memang ada banyak cara, namun salah satunya adalah dengan menjadikan rumah kita sebagai madrasah bagi keluarga kita. Tidak semestinya kesibukan seorang suami membuat ia lalai akan tugasnya dalam mendidik istri dan anak-anaknya. Setidaknya seorang suami bisa meluangkan waktu sehari dalam seminggu untuk mengajarkan kepada istri dan anak-anak mereka tentang agama. Agama yang diperintahkan oleh Allah SWT tentunya, yaitu agama islam yang merupakan agama penyempurnaan dari agama-agama sebelumnya dan dijadikan sebagai agama terakhir di dunia.




Sebetulnya ada banyak cara untuk mengajarkan kepada mereka pelajaran tentang agama, kita bisa juga mengadakan majelis ilmu di dalam rumah. Di sinilah kita menjadikan rumah kita sebagai madrasah tempat menimba ilmu. Penanaman nilai-nilai islam sejak dini pada anak-anak kita akan memberi anak pedoman hidup yang sangat kuat. Islam akan menjadi keyakinan hidup, jalan hidup sekaligus menjadi kendali perilaku bagi si anak. Ajarkan keteladanan kepada anak kita karena keteladanan merupakan madrasah hidup yang bisa memberi pengaruh yang kuat pada jiwa si anak. Disamping itu belikan juga anak-anak dan istri kita buku-buku tentang keagamaan. Membuat rumah menjadi perpustakaan agama merupakan cara yang sangat mulia, di sini istri dan anak-anak kita bisa belajar tentang agama sebanyak mungkin sehingga rumah kita akan menjadi madrasah bagi keluarga kita.

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (at-Tahriim:6)




Problema kejiwaan pada orang dewasa merupakan dampak negatif dari perlakuan yang dialaminya ketika masih kanak-kanak. Perkembangan jiwa anak sangat dipengaruhi oleh pendidikan dini sang anak, untuk itulah peran seorang istri sangat dibutuhkan untuk memberikan perhatian penuh kepada anak-anak kita dan mengajarkan kepada mereka perilaku yang baik sesuai dengan ajaran dalam agama islam. Seorang istri adalah pendidik bagi anak-anak kita di rumah. Untuk itu sudah menjadi kewajiban suami untuk mengajarkan istri tentang pelajaran agama. Tanpa pengetahuan agama yang baik, seorang istri kurang dapat mendidik anak-anaknya dengan baik dan benar, pendidikan yang diberikan ala kadarnya saja sehingga banyak yang tidak mengena, dan kemungkinan tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Banyak juga yang hanya ikut-ikutan tetangga tanpa didasari pada pedoman hidup umat muslim yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadist. Untuk menghindari hal-hal tersebut, sudah pasti peran seorang suami sangat dibutuhkan dalam memberikan pelajaran agama islam secara mendalam sebagai bekal untuk mendidik para anak-anaknya.

Dalam ajaran islam, wanita diberi rukhsah (keringanan) untuk tidak dibebani kewajiban mencari nafkah karena seorang wanita sekurang-kurangnya mempunyai empat keistimewaan yang tidak mungkin dapat digantikan oleh kaum pria, diantaranya: menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Dengan adanya keringanan ini, memberikan peluang kepada kaum wanita untuk mengurus suami dan mendidik anak-anaknya. Janganlah itu dijadikan sebagai suatu kelemahan, tapi sebaliknya jadikanlah sebagai suatu kekuatan untuk mewujudkan keluargan sakinah, sehingga ketentraman dan kedamaian batin dapat segera terwujudkan, terlebih suasana dalam rumah akan semakin semarak penuh kehidupan yang diwarnai warna-warna keagamaan.
Alangkah tentramnya sebuah keluarga jika semua itu dapat diwujudkan oleh seorang suami.

RUMAHKU, MASJIDKU

RUMAHKU, MASJIDKU

“...jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakan shalat serta gembirakanlah orang-orang mukmin.” (Yunus:87)

Menurut Ibnu Abbas, rumah dijadikan kiblat yaitu dengan menjadikan rumah kita sebagai masjid. Dalam sebuah riwayat, Aisyah menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. menunaikan ibadah shalat malam, ketika akan melakukan witir, beliau berkata, “Aisyah, bangunlah! Ayo shalat! Allah mengasihi orang yang bangun malam seraya menunaikan shalat, kemudian ia membangunkan istrinya untuk shalat. Dan apabila tidak mau, ia memercikkan air ke wajah istrinya.” (HR. Muslim).




Subhanallah, suatu kisah yang benar-benar menjadi tauladan. Keluarga sakinah merupakan keluarga impian setiap muslim. Bagaimana tidak! selain hidup rukun dengan keluarga juga memperoleh ketenangan jiwa. Ketentraman dan kebahagiaan dalam suatu rumah tangga memang sangat diidam-idamkan, meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkannya. Keluarga tentram dan bahagia menciptakan suasana yang menyejukkan bagi anak-anaknya. Perkembangan jiwa sang anak ikut menjadi sehat sehingga anaka-anak pun dapat tumbuh menjadi dewasa sesuai dengan tingkat pertumbuhannya, jiwa sang anak juga mengalami ketentraman. Kedamaian dan kemerdekaan sang anak tidak terbelenggu. Yang menjadi permasalahan, bagaimana cara mewujudkan keluarga impian setiap muslim tersebut?

Baiklah, di dalam ajaran Islam, seperti petikan kisah Rasullah di atas, beliau mengajak istrinya Aisyah untuk melakukan shalat malam. Di saat sedang lelap-lelapnya tidur, beliau membangunkan sang istri untuk melaksanakan ibadah penting tersebut. Bisa dibayangkan, ibadah yang dilakukan dengan pengorbanan sudah pasti akan mendapatkan balasan yang lebih dari Allah SWT. Seperti kita ketahui bahwa Allah Maha Pemurah Lagi Maha Bijaksana, pasti akan memberikan balasan yang lebih atas pengorbanan kita. Pengorbanan yang bagaimana yang dimaksud, yaitu pengorbanan saat sedang enak-enaknya tidur. Terlepas dari itu dengan menjalankan ibadah di rumah kita, maka secara otomatis menjadikan rumah kita bercahaya. Memposisikan rumah sebagai masjid akan menciptakan kesejukan hati yang sangat luar biasa, sehingga dengan begitu maka ketentraman jiwa akan tergapai dengan sendirinya. Yang artinya memberikan ketenangan bagi seluruh penghuninya. Demikian ini merupakan salah satu cara menjadikan keluarga sakinah dengan menjadikan rumah kita sebagai masjid. Karena sebuah keluarga sakinah harus dapat mencerminkan suasana penuh ketentraman, dimana ketentraman sejati itu sendiri hanya diperoleh dengan penuh kepasrahan, yaitu pasrah kepada Allah Sang Maha Pencipta.




Menurut Qatadah, seorang suami, sebagai kepala rumah tangga, harus menyuruh istri dan anak-anaknya taat kepada Allah Ta’ala dan mencegah mereka dari perbuatan kemaksiatan. Suami seyogyanya menjaga dan membantu mereka untuk senantiasa menjalankan segala yang diperintahkan Allah. Suami juga seyogyanya menjauhkan mereka dari segala bentuk kemaksiatan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;....”(at-Tahriim:6)


Ketentraman hati akan terwujud dengan ingat kepada Allah (dzikrullah), untuk itu sebagai keluarga muslim kita senantiasa harus selalu berdzikir kepada Allah. Rumah harus dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai kegiatan dzikir, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, mempelajari agama, membaca buku dan lain sebagainya. Dengan menjadikan rumah kita sebagai tempat untuk beribadah (memposisikan sebagai masjid) tersebut maka suasana di dalam rumah akan menjadi sejuk, sehingga ketentraman hati akan segera datang. Dengan begitu istilah keluarga sakinah dapat segera terwujudkan, yang merupakan pencerminan dari sebuah keluarga penuh ketentraman dan kebahagiaan.

“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk dzikrullah dan rumah yang tidak digunakan untuk dzikrullah, bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati.”(HR. Muslim).

REST ASSURED THAT AL-QUR’AN CONTAINS THE TRUTH

REST ASSURED THAT AL-QUR’AN CONTAINS THE TRUTH


Rest assured that the Qur'an has given the glad tidings to the human to achieve happiness. Faith in God and believe in the scriptures and His messengers is an obligation that should not be abandoned by a Muslim. Seeking happiness is a thing that should be done by every man to become a noble creature beside Him.

As Allah says in the Qur'an :
”Indeed, the Qur'an is a very noble passage in the book maintained (Lauhul Mahfuz). Do not touch it, except the people who sanctified. Derived from Rabbil ‘alamin. So, whether you just underestimate the Qur'an?" (al-Waaqiyah [56] :77-81).

We do not belong to the people who are not sanctified because they never read the Quran. And surely Allah will question, if we assume underestimated the Qur'an, so lazy to read?

YAKINLAH BAHWA AL-QUR’AN BERISI KABAR GEMBIRA

YAKINLAH BAHWA AL-QUR’AN BERISI KABAR GEMBIRA

Yakinlah bahwa Al-Qur’an telah memberikan kabar gembira kepada umat manusia untuk mewujudkan kebahagian baik di dunia maupun di akhirat. Beriman kepada Allah serta meyakini kitab-kitab dan rasul-Nya adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim. Mencari kebahagiaan di dunia dan akhirat harus dilakukan secara berimbang sehingga kita menjadi mahluk yang mulia disisi-Nya.

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an :
“Sesungguhnya, Al-Qur’an adalah bacaan yang sangat mulia pada kitab terpelihara (Lauhul Mahfuzh). Tidak menyentuhnya, kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil ‘alamin. Maka, apakahkamu menganggap remeh saja Al-Qur’an ini?” (QS. Al-Waaqiyah [56]:77-81)




Janganlah kita tergolong orang-orang yang tidak disucikan karena tidak pernah membaca Al-Qur’an. Dan tentunya Allah akan mempertanyakan, apakah kita mengganggap remeh Al-Qur’an, sehingga malas membacanya?

REST ASSURED THAT AL-QUR’AN CONTAINS THE TRUTH

Rest assured that the Qur'an has given the glad tidings to the human to achieve happiness. Faith in God and believe in the scriptures and His messengers is an obligation that should not be abandoned by a Muslim. Seeking happiness is a thing that should be done by every man to become a noble creature beside Him.

As Allah says in the Qur'an :
”Indeed, the Qur'an is a very noble passage in the book maintained (Lauhul Mahfuz). Do not touch it, except the people who sanctified. Derived from Rabbil ‘alamin. So, whether you just underestimate the Qur'an?" (al-Waaqiyah [56] :77-81).

We do not belong to the people who are not sanctified because they never read the Quran. And surely Allah will question, if we assume underestimated the Qur'an, so lazy to read?



CUPLIKAN KISAH NABI

Romantika Pertemuan Kembali NABI ADAM dan HAWA


Nabi Adam diciptakan oleh Allah swt dari tanah liat. Adapun Siti Hawa, istrinya, tercipta dari tulang rusuk kiri Nabi Adam. Konon, Nabi Adam diturunkan di puncak gunung tertinggi Everest, pegunungan ini merukapan salah satu pegunungan yang ada di negara India. Nabi Adam memiliki berbagai keistimewaan, salah satunya adalah bahwa Nabi Adam memiliki derajat yang dimuliakan dan ditinggikan oleh Allah Aubhallahu Wata'ala, disamping itu Nabi Adam a.s. juga merupakan manusia pertama di muka bumi ini. Nabi adam mendapat julukan sebagai bapak semua manusia, dengan gelar abdul basyar. Abu basyar ini memiliki arti bapak semua manusia. Kemuliaan nabi Adam ketika baru selesai diciptakan adalah Allah memerintahkan kepada semua pengawalnya yaitu para malaikat untuk memberikan hormat kepada Nabi Adam 'Alaihissalam.




Setelah Allah menciptakan Nabi Adam dan Siti Hawa, mereka berdua kemudian dimasukkan ke dalam surga. Namun, karena telah melanggar perintah Allah makan kemudian Allah menghukumnya dengan menurunkannya ke bumi. Saat Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke bumi, mereka titurunkan oleh Allah secara terpisah, bahkan tempatnya sangat berjauhan. Betapa sulitnya hidup mereka berdua. Bisa dibayangkan ketika keduanya hidup enak di surga tetapi kemudian tiba-tiba hidup di bumi yang sangat asing bagi mereka berdua. Hari demi hari mereka melalui hidup secara terpisah dalam kesendirian dan penuh tantangan, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya. Ya, bayangkan mereka hidup sendiri-sendiri dan harus menghadapi segala sesuatu yang sama sekali asing, kesepian dan penderitaan hidup menjadi warna dalam kehidupan mereka. Setelah melalui proses yang demikian panjang, akhirnya atas kebesaran Allah akhirnya mereka berdua dipertemukan kembali, tepatnya di di Jabal Rahmah di Arafah. Perasaan gembira dan haru berbaur menyelimuti hati Nabi Adam dan Siti Hawa. Tak henti-hentinya mereka bersyukur kepada Allah SWT atas segala kemurahan-Nya. Mereka akhirnya menghadapi kehidupan ini bersama-sama dan beranak pinak yang secara turun temurun akhirnya memenuhi isi bumi.

SEKILAS TENTANG NABI ILYASA’

Siapa itu nabi Ilyasa'? Beliau adalah seorang utusan Allah yang diutus untuk menyebarkan ajaranNya kepada Bani Israel dan Kaum Aramia. Nabi Ilyasa' diangkat oleh Allah menjadi nabi pada tahun 830 Sebelum Masehi. Beliau diperkirakan hidup antara tahun 885-795 SM. Di damaskus inilah Nabi Ilyasa' berdakwah memenuhi kewajibannya sebagai seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Dalam dahwahnya, Nabi Ilyasa' selalu berpegang dan berpedoman pada tata cara yang dijalani oleh nabi Ilyas karena Nabi Ilyasa' ini merupakan penerus dari Nabi Ilyas. Nabi Ilyasa' mempunyai keistimewaan terutama dalam menghargai para kaumnya. Beliau dikaruniai oleh Allah SWT sifat penyayang. Nabi Ilyasa' juga menerapkan hukum Allah sesuai dengan apa yang diturunkan oleh Allah SWT kepadanya.




Ilyasa’ Muda Ditolong Oleh Nabi ilyas Konon ceritanya, Nabi Ilyas dan Nabi Ilyasa' ini bertemu secara kebetulan. Waktu itu ketika Nabi Ilyas sedang melakukan dakwah ajaran Allah SWT, beliau dikejar-kejar oleh kaumnya yang durhaka kepada Allah SWT. Saat dikejar-kejar itulah kemudian Nabi Ilyas bersembunyi di rumah Nabi Ilyasa'. Waktu itu Nabi Ilyasa' belum diangkat menjadi nabi, dan mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Akhirnya Nabi Ilyas pun selamat dari kejaran musuh-musuhnya. Dari sinilah akhirnya mereka bertemu. Ketika itu Nabi Ilyasa' masih muda dan sedang sakit. Melihat ada seorang pemuda sedang sakit di rumah persembunyiannya, dengan penuh kasih, Nabi Ilyas membantu menyembuhkan Ilyasa' muda. Atas izin Allah akhirnya Nabi Ilyas berhasil menyembuhkan Ilyasa'. Mereka berdua akhirnya bersahabat, bahkan ilyasa' muda selalu mendampingi Nabi Alyas saat melakukan dakwah dalam menyebarkan ajaran Allah swt. Setelah Nabi Ilyas wafat, Ilyasa' pun diangkat menjadi nabi oleh Allah SWT dan meneruskan tugas dakwah yang sebelumnya diemban oleh Nabi Ilyas.

KUMPULAN DOA SEHARI-HARI

KUMPULAN DO'A SEHARI-HARI

Do'a hendaknya mengiri setiap langkah kita agar segala sesuatu yang kita kerjakan mendapatkan manfaat dan hikmat yang besar serta terhindar dari marabahaya yang selalu mengiringi setiap langkah kita. Do'a sehari-hari dalam artikel ini berisi tentang do'a agar memiliki sifat yang ikhlas, karena keikhlasan berat pelaksanaannya meskipun mudah pelafalannya. Ketika melakukan sesuatu dengan keikhlasan niscaya Allah akan memberikan berkah atas apa yang kita kerjakan. Untuk itu kita hendaknya selalu berusaha untuk ikhlas dalam menjalankan setiap aktivitas kita sehari-hari, jika hal itu belum bisa dilakukan maka berdo'alah kepada Allah agar diri kita selalu memiliki sifat yang ikhlas.




Do'a agar dianugerahi anak yang cerdas dan sholeh dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Karena anak yang cerdas dan sholeh merupakan harapan setiap orangtua. Ketika kita mendapatkan anak yang sholeh maka anak-anak inilah yang nantinya mampu mendo'akan kita saat kita sudah di alam kubur. Alangkah baiknya jika keinginaan kita untuk mendapatkan anak yang cerdas dan sholeh kita amalkan dalam do'a sehari-hari.

Impian dan cita-cita hidup selalu melekat pada diri setiap insan. Meskipun tidak sedikit yang mengalami kegagalan dalam meraihnya. Kita senantiasa wajib berusaha dan berdo'a agar impian dan cita-cita kita dapat cepat terwujudkan. Pada saat menjalankan sebuah impian dan cita-cita kita akan mengalami berbagai kendala-kendala yang harus kita hadapi, untuk itu seyogyanya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sedang diberikan, dan senantiasa berdo'a kepada-Nya agar tidak diberi kekurangan rizki. InsyaAllah kita akan selalu dalam kecukupan sampai impian dan cita-cita kita terwujudkan atas ridha Allah SWT.
Berikut beberapa do'a-do'a sehari-hari yang dapat digunakan untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari:

DO’A AGAR MEMILIKI SIFAT IKHLAS


do'a

BISSMILLAHI ‘ALAA NAFSII WA MAALII WA DIINII, ALLAAHUMMA RADHDHINII BIQADHAA’IKA WA BAARIK LII FIIMAA QUDDIRA ‘ALAIHI HATTAA LAA UHIBBA TA’JIILA MAA AKHKHARTA WA LAA TA’KHIIRA MAA ‘AJJALTA.

“Dengan menyebut nama Allah atas diriku, hartaku, serta agamaku. Ya Allah, limpahkanlah keridhaan kepadaku dengan keputusan-Mu, dan berkahilah dengan apa yang telah ditentukan kepadaku, sehingga aku tidak ingin disegerakannya apa yang Engkau tangguhkan, dan tidak ingin ditangguhkan apa yang Engkau segerakan.”




DO'A AGAR DIANUGERAHI ANAK YANG CERDAS DAN SALEH


do'a

ALLAAHUMMAJ’ ALNII WA AULAADII WA DZURRIYAATII MIN AHLIL ‘ILMI WA AHLIL KHAIRI WA LAA TAJ’ ALNII WA IYYAAHUM MIN AHLIS SUU’I WA AHLIDH DHAIRI WARZUQNII WA KHULUQAN HASANAN WAT TAUFIIQA LITHTHAA’ATI WA FAHMAN NABIYYIINA.

“Ya Allah, jadikanlah aku, anak-anakku, dan keluargaku termasuk golongan orang yang berilmu dan golongan orang yang baik. Dan janganlah Engkau jadikan aku dan mereka dari golongan orang jahat dan orang yang membuat mudharat. Berilah rizki kepadaku dan kepada mereka berupa ilmu yang bermanfaat, rizki yang lapang, budi pekerti yang baik, pertolongan untuk taat, kepahaman para Nabi.”

DO’A AGAR DIMUDAHKAN DALAM MERAIH IMPIAN


do'a

ALLAAHUMMA INNAA NAS ALUKA KHAIRAL MAS’ALATI WA KHAIRADDU’ AA’I WA KHAIRAN NAJAAHI WA KHAIRAL ‘AMALI WA KHAIRAT TAWAABI WA KHAIRAL HAYAATI WA KHAIRAL MAMAATI WA TSABBITNAA WA TSAQQILMAWAAZIINAHAA WA HAQQIQ IIMAANANAA WARFA’ DARAJATANAA WA TAQABBALIL KHAIRA WA KHAWAATIMAHU WA AWWALAHU WA AKHIRAHU WA ZHAHIRAHU WA BAATHINAHU WADDARAJATIL ‘ULAA MINAL JANNATI, ALLAAHUMMA INNA NAS ALUKA KHAIRA MAA NA’TII WA MAA NAF’ALU WA KHAIRA MAA ZHAHARA.

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dalam permohonan, doa, kesuksesan, perilaku, pahala, serta kebaikan hidup dan mati, dan beratkanlah timbangan kebaikan kami, teguhkanlah keimanan kami, tinggikanlah awal dan akhirnya yang nampak dan yang samar, serta aku memohon kepada-Mu derajat yang tinggi di surga. Ya Allah, kami mohon kebaikan apapun yang kami lakukan, serta kabaikan dari apapun yang tampak.”

DOA AGAR TERHINDAR DARI KEKURANGAN RIZKI


DOA AGAR TERHINDAR DARI KEKURANGAN RIZKI

ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL KUFRI WAL FAQRI WA A’UUDZU BIKA MIN ‘ADZAABIL QABRI LAA ILAAHA ILLAA ANTA

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada Tuhan selain Engkau.



ALLAAHUMMA INNII ASTAKHIIRUKA BI’ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDRATIKA WA AS’ALUKA MIN FADHLIKAL ‘AZHIM FAINNAKA TAQDIRU WA LAA AQDIRU WA TA’LAMU WA LAA A’LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL BHUYUUBI. ALLAAHUMMA INKUNTA TA’LAMU ANNA HADZAL AMRU KHAIRAN LII FII DIINII WA MA’AASYII WA ‘AAQIBATUHU AMRII WA ‘AAJILIHII FAQDURHU LII WA YASIRHU LII TSUMMA BAARIKLII FIIHI WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HADZALAMRU SYARRUN LII FII DIINII WA MA’AASYII WA ‘AAQIBATU AMRI WA ‘AAJILIHI WA AJILIHI FASHRIFHU ‘ANNI WASHRIFNII ‘ANHU WAQDUR LII KHAIRA HAITSU KAANA TSUMMA RADHDHINII BIHI.

Ya Allah, sesungguhnya aku memeohon agar Engkau memilihkan sesuatu yang baik menurut-Mu. Dan aku memohon Engkau memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu, dan aku memohon dengan kemurahan Engaku Yang Maha Agung. Karena sesungguhnya Engkau yang berkuasa, sementara aku tidaklah kuasa, dan Engkau yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa persoalan ini (sebutkan persoalan yang dimaksud) baik bagiku dalam agamaku, bagi penghidupantku, dan baik akibatnya bagiku, maka berikanlah ia kepadaku dan mudahkanlah masalah ini bagiku, kemudian berilah keberkahan bagiku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hal ini tidak baik bagiku, bagi agamaku, penghidupanku, dan tidak baik akibatnya bagiku maka jauhkanlah ia dariku, dan jauhkanlah aku darinya. Berilah kebaikan di mana saja aku berada, kemudian jadikanlah aku orang yang rela atas anugerah-Mu.

KUMPULAN DOA-DOA MUJARAB (MUSTAJAB)

KUMPULAN DOA-DOA MUJARAB (MUSTAJAB) - Dimaksudkan ketika berdoa kepada Allah supaya doa kita dapat dikabulkan oleh-Nya, doa-doa ini merupakan doa yang digunakan oleh para Nabi dan para mubaligh. Untuk dapat terkabul, selain membaca do'a-do'a di bawah ini juga harus dilakukan dengan khusuk. Hal ini untuk menunjukkan kesungguhan kita di hadapan Allah SWT. Berikut beberapa do'a-do'a mujarab yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari:

Do'a Agar Dianugerahi Akhlak Mulia Dan Dilindungi Dari Nafsu





اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591,shahih)

Do'a Mohon Perlindungan Dari Keburukan Miskin Dan Kaya


اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ


"ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN FITNATIN NAAR WA 'ADZAABIN NAAR, WA MIN SYARRIL GHINAA WAL FAQR" (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah Neraka dan adzab Neraka, serta dari keburukan kekayaan dan kefakiran)."
(HR. Abu Daud no. 1543. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Do'a Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik





DO'A DO'A DO'A DO'A

Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyai': 89).

DO'A DO'A DO'A DO'A

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali 'Imron: 38).

Penjelasan:
Ayat-ayat di atas merupakan do'a dari Nabi Zakariya a.s. yang ditujukan kepada Allah. Nabi Zakariya a.s. berdo'a agar mendapatkan keturunan yang baik dan shalih untuk menggantikan dirinya dalam menegakkan agama Allah. Do'a ini juag baik digunakan oleh orang-orang yang menginginkan mendapatkan keturuan yang baik serta shalih seperti permintaan Babi Zakariya a.s. tersebut, juga untuk para psangan baru yang belum dikaruniai seorang anak. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat dalam Al-Our'an Surah Al-Anbiya' ayat, 89-90; Ali-'Imron, 38-41.

Do'a Kelapangan hati

DO'A DO'A DO'A DO'A

Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 27)

Penjelasan:
Do'a-do'a tersebut sering digunakan oleh para mubaligh ketika menginginkan kemudahan dalam berdakwah, terutama untuk menghadapi kedhaliman baik yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok, maupun para penguasa.
Do'a ini juga digunakan oleh Nabi Musa a.s. ketika menyampaikan risalah kepada Fir'aun, waktu itu Allah memberikan perintah kepada nabi Musa a.s., bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-kahfi dari ayat 24-36.

Do'a Berlindung dari Orang Dengan Niat Buruk


وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

“Dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami."

DO'A MOHON KESELAMATAN


DO'A DO'A DO'A DO'A

Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir." (Qs. Yunus: 85-86).

Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir'aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir'aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yunus ayat 83-86.